Selasa, 08 Januari 2008
Minggu, 06 Januari 2008
Opini
Megawati dan SBY Akan Bersaing
Saya menilai pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009, Megawati Soekarnoputri (Mega) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperkirakan akan bersaing ketat dalam pilpres tersebut. "Kalau semua yang maju di `pacuan` 2009 adalah `kuda tua` seperti SBY, Wiranto, Akbar Tandjung, Megawati, Amien Rais, dan Gus Dur, maka peluang terbesar tetap ada di tangan Mega dan SBY,".
Alasan mengapa Mega atau SBY yang hanya bersaing ketat. Pertama, walau prestasinya kurang memuaskan, SBY tetap memiliki basis pemilih yakni pemilih pada pemilu 2004, minus mereka yang kecewa karena gagalnya kinerja pemerintah. Di antara pemain tua yang ada, Mega dan SBY yang massanya lebih besar secara ideologis dan obyektif.
Alasan mengapa Mega atau SBY yang hanya bersaing ketat. Pertama, walau prestasinya kurang memuaskan, SBY tetap memiliki basis pemilih yakni pemilih pada pemilu 2004, minus mereka yang kecewa karena gagalnya kinerja pemerintah. Di antara pemain tua yang ada, Mega dan SBY yang massanya lebih besar secara ideologis dan obyektif.
Sedangkan alasan ketiga, walau Mega dianggap gagal dulu, tapi 2009 adalah pertandingan baru, kalau ada perbaikan dalam model kampanye, manajemen ditata lagi dengan menghadirkan ahli-ahli komunikasi politik, Mega berpeluang besar dengan catatan tidak ada figur baru yang menonjol. Namun, terlepas dari semua itu, kepemimpinan nasional 2009 memerlukan kriteria figur sebagai berikut. Pertama, integritas politik yang baik. Kedua, figur nasionalis yang tentunya diusung oleh partai nasionalis juga, tidak peduli partai kecil atau besar. Ketiga, bekerja dengan hati.
Selama ini, politik di bangkrut karena pemimpin tidak punya hati, dan lebih menonjolkan kepentingan partai ketimbang kepentingan rakyat. Bahkan, ada juga yang lebih penting menjaga hubungan politik daripada nasib rakyat. Itu yang terjadi dengan kasus Lapindo, impor beras, kasus Iran, konversi minyak tanah ke Gas Elpiji yang belum sepenuhnya masyarakat menerima, kekurangan energi listrik secara nasional , kurangnya regulasi yang professional terhadap keselamatan para pengguna angkutan baik darat, laut maupun udara, dan ketentuan yang tidak akurat ( tebang pilih ) mengenai pengangkatan CPNS dari Tenaga Honorer diseluruh Indonesia
Isu kepemimpinan nasional telah dilempar oleh PDI-P ketika Rakernas II dan Rakornas PDIP (8-10 Sept 2007) lalu, dengan melalui merekomendasikan pencalonan Megawati menjadi presiden pada Pemilu 2009. Rekomendasi tersebut merupakan satu dari 22 rekomendasi yang dihasilkan musyawarah PDIP. Meski kalangan istana mengatakan tidak terpengaruh dengan pencalonan Mega, ia menilai SBY sendiri resah tentang kesediaan Mega menjadi capres 2009, karena Mega saingan terberatnya pada Pemilu 2004. Jika kepemimpinan SBY tidak lebih baik dari Megawati dulu, SBY bisa tergusur di 2009.
"Masyarakat tahu figur mana yang cocok untuk memimpin
Rabu, 12 Desember 2007
Langganan:
Postingan (Atom)
